Karya Bermanfaat Lebih Bermartabat, Ketimbang Karya untuk Sebuah Nilai (Bagian 1)

Pindah Tugas, Antara Perjuangan dan Pengorbanan.

Jalan hidupku, dirasakan, namun teramat sulit untuk dituliskan. Terkadang sesaat itu pernah menyalahkan keadaan, namun sesaat kemudian bisa memahami. Alhamdulillah…., pasang surutnya keadaan menjadikan semakin memahami arti kehidupan. Akhir Tahun 2011 telah mengubah keadaan dan benar-benar menjadi kenyataan. Ke Ibu Kota, ya… terbayang sudah bagaimana kerasnya kehidupan.

Lebih dari 3 Tahun menjalani tugas di Denpasar, meski terlalu sedikit apa yang pernah aku perbuat. Ya… setidaknya dalam kondisi keterbatasan bisa menjalaninya. Setahun terakhir, sesungguhnya ada perubahan yang mendasar hingga bisa menemukan pola kerja yang pas dan bisa memfasilitasi lebih baik sesuai tugas dan fungsi. Tetapi apa mau dikata, SK Mutasi sudah ditangan, alhasil, aku tidak sempat merasakan enjoy-nya momentum perubahan dan kebersamaan tim Denpasar.

Waktu berjalan begitu cepat, pasca terima SK Mutasi, hal yang paling membuat tersentak adalah bagaimana memindahkan keluarga. Mas Faza kelas IV Sekolah Dasar, sementara Dek Ahnaf masih batita. Belum lagi studiku di Universitas Udayana masih menyisakan penelitian & thesis. Tak terbayangkan musti harus tinggal dimana saat di Jakarta nanti. Seminggu kemudian, berangkatlah sendirian aku bertugas di Ragunan – Jakarta Selatan. Sementara keluarga masih numpang tinggal di Mess kantor Denpasar. Tentu ada perasaan tidak enak kalau menempati Mess kantor, sementara aku sudah tidak bertugas disitu. Yah… berbagai hal berkecamuk dalam alam pikiran.

Tiket DPS – CGK sudah ditangan, berangkatlah pada akhirnya menuju tempat tugas yang baru. Sepetak ruang kerja yang berdinding kaca (seperti aquarium), menjadi tempat dudukku. Sesaat aku merasa komunitas di Pusat begitu berbeda suasananya, ketimbang saat di UPT. Hal yang paling mendasar adalah pola komunikasi. Beberapa teman menjadi tempat bertukar pikiran dalam penyesuaian kerja.

Tugas dan Fungsi, begitu membaca oh… begitu luasnya lingkup yang harus dikerjakan. Mustahil bisa dikerjakan sendiri & dalam waktu yang singkat. Musti banyak membangun komunikasi yang baik di Pusat dan UPT. “Menenggelamkan diri” kedalam rasa tepo seliro / tenggang rasa dan melayani dengan sebaik-baiknya dan menyelaraskan semua konsep dengan realitas di lapangan. Satu hal yang kali pertama aku lakukan adalah membuat jejaring komunitas antar administrator UPT. Harapannya bisa menggali semua aspirasi yang dibutuhkan untuk membangun sistem informasi yang lebih manusiawi, bermanfaat sekaligus bermartabat.

Maka satu kalimat yang pernah saya ucapkan kepada para pihak adalah: “Saya tidak meminta jabatan di Pusat dan suatu saat saya juga akan pindah tugas, maka kiranya bisa menolong & bantu saya agar bisa bekerja lebih baik.” Pernyataan kalimat itu, tentu saja ingin memastikan kepada semua pihak, bahwa saya bukanlah siapa-siapa, hanya staf yang kebetulan saja ditugaskan di Pusat. Harapanku hanya satu, semua orang merasa enjoy dan bisa bekerjasama dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsi.

Bersambung…

Foto Budi Prasetya.

Foto Budi Prasetya.

Foto Budi Prasetya.

Foto Budi Prasetya.

Foto Budi Prasetya.

 

” Karya Bermanfaat Lebih Bermartabat, Ketimbang Karya untuk Sebuah Nilai “

16,981 total views, 231 views today